

14 OCTOBER 2005
Apa Tari Saman ?

Tari ini adalah
penari harus berlutut waktu latihan. Ada seorang penyanyi dan 2 baris orang
yang menyanyi sambil bertepuk tangan. Tari ini unik dan menarik dan penuh
budaya Indonesia.

Tari saman berasal dari mana ?
Tari Saman
berasal dari Gayo, Aceh. Dan Aceh lokasinya di Pulau Sumatra
Mengapa dinamakan Tari Saman?
Syech Saman
adalah seorang pemimpin agama Muslim di Aceh. Beliau peminpin yang terkenal dan
hebat dan pemimpin agama di kawasan itu. Karena itu, tarian unik ini diberi
nama seperti nama beliau.


Penari Tari Saman Memakai Pakaian Apa?
Pakaian
tradisional untuk Tari Saman adalah kemeja dan celana panjang, topi berbentuk
gulungan dan sebuah sarung. Pakaiannya harus agak longgar supaya bisa bebas
menari.
Dan masih ada
sarong dikenakan dibawah perut macam macam ikat pinggang. Pakaian Tari Saman
berwarna banyak dan cantik, terutama untuk warna kuning.
Tentang Tari Saman
Masa dulu, Tari
Saman jarang dimainkan karena Tari Saman hanya dimainkan terutama untuk
peristiwa yang khusus dan untuk merayakan Hari Ulang Tahun Nobi Mohammad.
Di Indonesia pada
jaman sekarang, ada banyak pertunjukan Tari Saman. Karena, Tari Saman sekarang
menjadi tari pembukaan di pesta-pesta atau peristiwa-peristiwa lain.
Sekarang, tari
itu biasanya dimainkan pada permulaan pesta-pesta.
Lagu dan Pertunjukan Tari Saman
Tari Saman
dimainkan tanpa musik tetapi ada seorang penyanyi yang mengiringi Tari Saman,
yang dinamakan Syekh. Selain itu, ada 2 baris orang yang menyanyi sambil
bertepuk tangan dan semua penari Tari Saman harus menari dengan harmonis. Dalam
Tari Saman biasanya, temponya makin lama akan makin cepat supaya Tari Saman
menarik.
Waktu menari,
penari tidak boleh tersenyum atau tertawa, supaya kelihatan misterius.

Tari Saman Keluar Negeri
Tari Saman unik,
menarik dan penuh budaya Indonesia. Karena itu, Tari Saman tidak hanya populer
di Indonesia tetapi juga populer di luar negeri. Tari Saman sering dimainkan di
negeri asing seperti Australia dan Eropa. Baru-baru ini, Tari Saman dimainkan
di Australia untuk memperingati orang-orang yang menjadi korban tsunami tanggal
26 December 2004
Pengalaman waktu membuat proyek
Kita tidak
menyesal menari Tari Saman, karena kami ada banyak kegembiraan. Sekalipun
sesudah setiap latihan, kaki kami sakit sekali, tapi kami menikmati tarian ini.
Kalau ada hesempatan, kami mau mempelajari tari yang lain, karena itu baik
untuk latihan gerak badan!
Salam,
Esther

Ibu Lucy menyuruh
anaknya yang bernama Jeco untuk mengajar
Tari Saman. Jeco juga mengajak temannya dan gurunya datang ke sekolah mengajar
kami. Namanya Mas Cai, Mas Oon dan Inez. Mereka banyak menolong dan sabar sekali. Mereka membantu kami mengerti
tentang arti tari saman ini dan bagaimana menarikannya dengan baik. Mereka juga
manis dan hangat. Meskipun latihan
ini makan waktu, mereka masih membantu kami. Meskipan keesokan harinya Jeco ada ujian, dia masih datang ke NUS
mengajar kami! Kami benar-benar merasa berterima kasih untuk kebaikan mereka.
Salam,
Rachel

Kami berlatih
“Tari Saman” lima kali. Setiap kali latihannya selama dua jam. Biasanya, latihan kami lakukan di lecture
theatre setiap hari Selasa, sesudah selesai kuliah. Latihan terakhir pada hari Kamis tanggal 13 oktober 2005
karena kami mau membuat pertunjukan yang bagus.
Tari itu ada
banyak gerakannya! Jadi tari itu tidak
mudah. Kami hanya bisa mempelajari semua gerakan sesudah latihan yang
kedua. Tapi kami berharap ada waktu
lebih supaya kami bisa memainkan gerakan yang lain. (Kami menonton video tari itu, yang dimainkan
oleh siswa-siswa dari NTU. Tarian yang
lengkap bagus sekali!)
Kami harus
berlutut selama latihan. Keesokan harinya, lutut kami sakit semua. Kami juga tidak bisa jalan! Esther dan Rachel menyarankan stretching, jadi kami berolah raga
sebelum dan juga sesudah latihan. Ninett
selalu memakai kaos kaki supaya lutut kami tidak sakit dan kami mengikuti
memakai kaos kaki. Untung, waktu MALAM
INDONESIA kami sudah biasa dengan berlutut, jadi kami memainkan “Tari Saman”
tanpa sakit.
Ibu Lucy
menyediakan makanan seperti tahu isi sayuran dan pisang goreng jadi waktu
istirahat, kami ada makanan kecil dan selalu tidak lapar. Karena itu, kami tetap tiadk kurus setelah
pertunjukan!
Setiap latihan,
kami juga bertemu teman yang baru.
Mereka membuat latihan kami lebih asyik dan berkurang sakitnya. Kamu
mengucapkan terima kasih kepada mereka!
Salam,
Regina
Kami setuju bahwa
presentasi kami baik sekali. Memang ada masalah kecil dengan powerpoint (sorry
about that) tetapi Sylvia dan WeiYi sebagai pemandu acara mengeriakan tugas dengan amat baik. Mereka
berdua menceritakan tentang cerita dan pakaian dari Tari Saman. Sesudah itu
kami semua menari Tari Saman dengan pakaian tradisional dari Aceh, Indonesia.
Kami menari diiringi sebrang penyanyi; dia bernyanyi langsung. Penampilan kami sangat
berhasil dan bagus. Saya pikir semua tamu senang dan kami ada banyak
kegembiraan.
Salam,
Ninett

Kita hanya punya
pakaian warna merah dan kuning untuk menari.Saya kira pakaian itu benar benar
cantik dan terang sekali.Memakai pakaian tari itu menarik karena pertama kali memakai pakaian itu. Kami
tidak pernah memakai pakaian sebelumnya jadi kami kurang tahu bagaimana memakai pakaian itu. Kami hanya
perlu dua lembar kain. satu untuk sarung , yang satu lagi untuk selengang yang
perempuan juga memakai ikat kepala.
Salam,
Kok Toong
Waktu pertama
kali kami belajar tari saman, kami melihat bagaimana menari tari saman dari
video. Saya kira menari tari saman tidak susah tapi ternyata susah. Karena
menari tari saman mesti banyak konsetrasi dan harus melakukan gerakan bersama
sama. Wa ... tapi terakhir kami masih bisa belajar bagaimana melakukan gerakan
tari saman dan pertunjukan tari saman sangat bagus!
Salam,
Loo Seng

DONE BY:

Dari Kiri (depan) : Ibu Lucy, Escobar Regina Vista, Ninett-Mabel
Hillman, Inez, Rachel
Choo, Esther Lum
Dari Kiri (belakang) : Tan Wei Yi, Mas Cai, Loh Kok Tong, Jeco
Absen : Neo Loo Seng